Surat Al-mujadalah ayat 11 :
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجالِسِ
فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَ إِذا قيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ وَ اللَّهُ
بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ
Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah,
niscaya Allah akan melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ;
Berdirilah ! ", maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang
beriman di antara kamu dan orang~rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan
Allah dengan apapun yang kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui.
Dalam ayat di atas ada dua
kalimat dari fi'il mudhori' yang di i'robi kasroh di akhirnya, pertama lafadz يَفْسَحِ dan kedua lafadz يَرْفَعِ . Kedua lafadz tersebut wajib dibaca jazem
(sukun di hurup akhirnya pada kalimah mufrod) sebab jadi jawab fi'il amar dari
kalimat sebelumnya. Lafadz يَفْسَحِ (baca yafsah) jadi jawab amar dari تَفَسَّحُوا , dan
lafadz يَرْفَعِ (baca yarfa') jadi jawab amar dari انْشُزُوا .
Kenapa ketika diwashol (disambung
) i'rob sukun diakhir berubah jadi kasroh ? karena i'rob hurup akhir lafadz يَفْسَحِ dan lafadz يَرْفَعِ adalah sukun dan hurup awal lafadz sesudahnya juga sukun , ini
akan sulit dibacanya. Kang santri narkib, alasannya :
وحرك بالكسر لاجل التخلص من التقاء الساكنين
(Maka dirubah kepada kasroh karna
menyelamatkan bacaan dari bertemunya dua sukun. Wallahu a'lam bis showab
Anda Juga bisa membaca Artikel yang Berjudul: Peran Pesantren Sebagai Ketahanan Moral
Anda Juga bisa membaca Artikel yang Berjudul: Peran Pesantren Sebagai Ketahanan Moral

EmoticonEmoticon