Cara memandang orang lain untuk
menghindari perasaan sombong, ujub, dan merasa lebih baik. Ingat ! Ini cara
memandang orang lain, bukan pandangan bagaimana seharusnya orang lain memandang
kita, termuat di Kitab Syarh Rotibul Haddad;
فاعتقادك في نفسك أنك خير من غيرك جهل محض ، بل ينبغي أن لا تنظر إلى
أحد إلا ترى أنه خير منك وأن الفضل له على نفسك
Keyakinanmu terhadap dirimu
sendiri bahwa kamu lebih baik daripada orang lain itu adalah murni sebuah
kebodohan. Sebaiknya kamu tidak memandang terhadap orang lain kecuali kamu
melihatnya lebih baik pada dirimu dan segala keutamaan baginya, tidak bagimu.
ﻓﺎﻥ رأيت ﺻﻐﻴﺮﺍ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ ﻟﻢ ﻳﻌﺺ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻧﺎ ﻗﺪ ﻋﺼﻴﺖ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺍﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ .
Jika kamu melihat anak kecil,
maka ucapkanlah dalam hatimu, " anak ini belum bermaksiat kepada Allah,
sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. maka tidak diragukan lagi
bahwa anak ini jauh lebih baik dariku ”.
ﻭﺍﻥ رأيت ﻛﺒﻴﺮﺍ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺒﻠﻰ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺍﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ .
Jika kamu melihat orang tua, maka
ucapkanlah dalam hatimu, "dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama
dariku, maka tidak diragukan lagi bahwa dia lebih baik dariku ”.
;
ﻭﺍﻥ رأيت ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ قد أﻋﻄﻲ ما لم أعط وبلغ ما لم أبلغ وعلم ما
جهلت فكيف أكون مثله
Jika kamu melihat seorang yang
berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu," orang ini telah diberi ilmu yang
mana saya belum diberi, orang ini telah menyampaikan ilmu apa yang belum saya
sampaikan, dan ia telah mengetahui apa yang tidak saya ketahui, bagaimana mungkin
saya sama dengannya? (apalagi saya lebih baik darinya?)”.
ﻭﺍﻥ رأيت ﺟﺎﻫﻼ ﻗﻠﺖ : ﻫﺬﺍ قد ﻋﺼﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺠﻬﻞ ﻭﺍﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﺑﻌﻠﻢ فحجة الله
علي آكد ﻭﻻ أﺩﺭﻱ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻰ ﺍﻭ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ .
Jika kamu melihat seorang yang
bodoh, maka katakanlah dalam hatimu, " orang ini bermaksiat kepada Allah
kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku
mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya
kelak .
ﻭﺍﻥ رأيت ﻛﺎﻓﺮﺍ ﻗﻠﺖ : ﻻ أﺩﺭﻱ ﻋﺴﻰ ﺍﻥ ﻳﺴﻠﻢ ﻓﻴﺨﺘﻢ ﻟﻪ ﺑﺨﻴﺮﺍﻟﻌﻤﻞ وينسل بإسلامه
من ذنوبه كما تنسل الشعرة من العجين وأما أنا والعياذ بالله فعسى أن يضلني الله فأكفر
ويختم لي بشر العمل فيكون غدا من المقربين وأنا من المبعدين .
Jika kamu melihat orang kafir,
maka katakanlah dlm hatimu," aku tdk tau apa yang akan terjadi, bisa jadi
dia memeluk islam, mengakhiri hidupnya dgn perbuatan baik, ia bebas dari dari
dosa-dosanya. Sedangkan saya (wal 'iyadzu billah) mungkin Allah akan memberikan
aku jalan sesat, lalu aku kafir dan aku mengakhiri hidupku dengan perbuatan
buruk, maka kelak ia (orang kafir yang telah masuk Islam) termasuk orang-orang
yang dekat denganNya, sedangkan aku termasuk orang-orang yang jauh dariNya
."
Sretttttt. Ada tambahan bahwa
jika kita semua telah bisa memandang orang lain seperti apa yang termuat di
atas, maka jangan lah sudah merasa tawadhu', walaupun memang pandangan yang
semacam di atas adalah supaya bisa tawadhu', menghindari takabur. Jangan merasa
sudah tawadhu'.
Syaikh Ibnu Atalhoillah
As-sakandari dalam Hikamnya mengatakan ;
من أثبت لنفسه تواضعا فهو متكبر حقا
"Barang siapa telah
menetapkan/menyatakan dirinya telah tawadhu', maka ia adalah orang takabur yang
sesungguhnya"
Sumber : muslimoderat.net

EmoticonEmoticon