Friday, August 24, 2018

Pesantren dan Etos Kehidupan Bag 1

Pesantren dan Etos Kehidupan Bag 1
PPDS Online || Santri Salafiyah

Anda Sedang Membaca Artikel Yang berjudul: Pesantren dan Etos Kehidupan Bag 1

Pandangan hidup atau falsafah hidup memberikan warna yang sangat dominan dalam membentuk kehidupan setiap manusia dan suatu bangsa. Dalam islam pandangan hidup yang sering dianggap baca dan diungkap untuk menggunggah kebangkitan umat islam, yaitu pandangan hidup yang seimbang antara kehidupan didunia maupun diakhirat. Berbeda dengan pandangan hidup orang-orang marxis yang anti tuhan berpandangan bahwa yang penting kehidupan didunia ini. Berbeda pula dengan pandangan hidup orang-orang barat yang umumnya meyakini agama, tetapi kehidupan dunia atau materi lebih didahulukan. Pandangan hidup islam yang seimbang itu dapat menjadi etos kehidupan setiap muslim.


Pandangan hidup umat islam sangat ideal sebagai jalan tengah, namun ia mudah untuk dibaca tetapi sangat sulit diaplikasikan. Karena dalam kehidupan yang nyata ukuran-ukuran hidup yang seimbang secara matematis sangat sulit diukur. Karena sulit untuk diukur, apa yang disampaikan oleh kiai atau da’i islam, sering dipahami bahwa kehidupan ini hanya perhiasan atau permainan belaka. Karena itu perbanyaklah melakukan ibadah, baik ibadah wajib ataupun sunnah.

Anda Juga dapat membaca Artikel yang Berjudul : Peran Pesantren Sebagai Lembaga Ketahanan Moral

Dalam kesulitan mengukur pandangan hidup idela itu ada pula yang memahami bahwa bentuk ibadah dalam islam itu bukan hanya bentuk ibadah wajib, tetapi ada pula bentuk ibadah yang tidak wajib. Hampir semua umat islam memahami seperti itu, tetapi masih tidak mudah untuk diejawantahkan. Sehingga dalam aplikasinya justru sering tidak seimbang atau dengan kata lain lebih berat kesudut akhirat. Dalam konteks ini yang dapat ditawarkan adalah bahwa setiap muslim telah dapat melaksanakan ibadah wajib, dalam frekuensi yang sesuai dengan kaidah dan tata aturan yang sesuai dengan AL-qur’an dan Hadist. Tetapi tidak berlebih-lebihan dalam melaksanakan ibdahnya tersebut, semisal setiap tahun haji, hal ini dikhawatirkan lebih didasari demi kepentingan pribadi seseorang untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya dihadapan Allah, bukan untuk mencari RidhaNya. Padahal dalam ajaran islam, kemaslahatan masyarakat sangat ditekankan, seperti disimbolkan perlunya sholat berjamaah, bukan saja dalam pelaksanaan sholat wajib tetapi juga sholat sunnah.

Pesantren, sebuah karya genius yang mewarisi misi kenabian dan sekaligus sebagai institusi yang ingin membuktikan bahwa agama islam itu adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Selain itu, ia membuktikan pula bahwa agama islam menganjurkan kepada ummatnya bahwa tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah. Juga ia ingin membuktikan bahwa umat islam adalah umat yang terbaik yang menyandang tugas memanggil kepada kebaikan dan meninggalkan keburukan. Banyak lagi cita-cita lain yang utama dari dunia pesantren.

Untuk merealisasikan hal tersebut, dunia pesantren telah melakukan kiprahnya baik pada pra kemerdekaan maupun pada pasca kemerdekaan. Dunia pesantren telah membuktikan bahwa dirinya sebagai basis perlawanan terhadap belanda maupun jepang. Dunia pesantren sangat ditakuti oleh penjajah, karena memproduksi para pahlawan perlawanan seperti Tengku Umar, Pangeran Diponegoro, dan lain-lain. Dimasa pra kemerdekaan tokoh-tokoh pesantren telah telibat dalam merumuskan dasar negara, seperti KH. Bagus Hadikusumo, KH. Ahmad Dahlan,  KH. Wahid Hasyim dan lain-lain. Dimasa mengisi kemerdekaan lulusan pendidikan pesantren telah menjadi politisi, bekerja di birokrasi dan berkiprah dimasyarakat.

Pesantren, secara kuantitatif telah mengalami perkembangan yang siginifikan, hampir setiap propinsi memiliki pesantren. Jumlah pesantren kini telah mencapai jumlah yang cukup besar yaitu lebih dari puluhan ribu pesantren dengan berbagai bentuk dan sistemnya. Serta lebih dari empat juta santri yang tersebar diseluruh pesantren tanah air. Dengan jumlah pesantren dan santri yang cukup banyak ini, pendidikan pesantren dapat menggetarkan dunia dan meraih kembali kejayaan silam yang dapat mewarnai dunia dalam aspek kehidupan.

Hanya saja dalam perkembangan dan perjalanannya pesantren berjalan masih sangat alami, dan terkesan sangat gradual. Ini juga sebenarnya fenomena pendidikan islam diberbagai belahan dunia lainnya. Perkembangannya tidak melalui kajian atau perencanaan kedepan. Padahal perubahan dan rancangan kedepan sangat dipahami oleh dunia pesantren melalui ayat-ayat al-qur’an. Namun selanjutnya, pada awal-awal kemerdekaan, ada pula kalangan pendidikan islam yang mengadopsi sistem pendidikan kolonial, yang umunya mereka sebut pendidikan madrasah. Tampaknya model pendidikan madrasah dan pesantren sebagai model pendidikan sendiri-sendiri. Pada perkembangannya madrasah-madrasah yang didirikan oleh masyarakat banyak menjadi sekolah pemerintah, sementara pesantren tetap dikelola masyarakat sendiri. Adapula madrasah yang didirikan ditengah-tengah pesantren. Pendidikan ditanah air kemudian mengalami differensiasi ada pendidikan sekolah umum, ada pendidikan madrasah, dan ada pula pendidikan pesantrean.


EmoticonEmoticon