Monday, August 27, 2018

Remaja Dalam Sorotan Bag 2

Reamaja Dalam SOrotan Bag 2
PPDS Online || Remaja
Anda Sedang Membaca Artikel Yang berjudul: Remaja dalam Sorotan Bag 2

2. Remaja yang Tersesat Arus
Gemuruh informasi yang melanda generasi muda kita seakan-akan ingin menelanjangi kepribadian  generasi penerus hingga tiada tersisa sehelai benangpun. Sehingga, apa yang menjadi batasan baikburuk telah terselubung awan pekat dalam generasi mendatang ingkat, apalgi riasalah-risalah yang dibawa Rasul akhir zaman. Kemungkinan tersebut terealisasi dengan semaraknya kelompok-kelompok mereka melakukan kegiatan keresahan.

3. Perkelahian Remaja
Kerap kita menjumpai berbagai macam aksi kekerasan dan tindak kriminal yang dilakukan oleh generasi muda kita, baiki itu ringan atau yang paliing berat. Berita-berita kenakalan remaja kita dalam media massa pun sering menjadi dorotan yang serasa tiada kunjung habis.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh bagong suyanto dalam sebuah artikelnya. Antara lain :”Belakangan ini, kasus perkelahian pelajar jakarta marak lagi (tahun 1995) bahkan para pelajar nekat membajak bus dan memaksa sopirnya untuk menghantar mereka menyerbu sebuah sekolah disuatu tempat. Sebelumnya, perkelahian remaja pun banyak terjadi di berbagai tempat, diluar maupun didalam ibu kota.

Sebagai masalah sosial, perkelahian pelajar sudah sangat mersahkan masyarakat. Masyarakat dan para sopir bus mengaku takut bila melihat gerombolan pelajar. Mereka biasanya enggan membayar, suka memeras dan bikin onar dan bahkan tak jarang main kasar. Siapa yang tak miris, pelajar yang seharusnya aktif belajar disekolah, ternyata ditas mereka tersimpan celurit, golok, rantai bermata tajam, pisau, dan sebagainya, layaknya seorang preman.

Anda Juga dapat membaca Artikel yang Berjudul :Peran Pesantren Sebagai Lembaga Ketahanan Moral

Didaerah kota besar, perkelahian pelajar seperti halnya penyakit yang sudah kronis. Memang tidak semua pelajar berkelakuan buruk. Tetapi, karena ulah oknum pelajar itu cenderung intensif dan menakutkan maka kesan yang muncul adalah pelajar yang rusak.

4. Prilaku Asusila
Selain maraknya kebrutalan remaja, tak kalah pula prilaku yang mengarah pada tindakan-tindaka asusila yang dilakukan oleh kelompok-kelompok remaja yang masih membutuhkan bimbingan dan perhatian orang tua.

Sebagaimana kita banyak menyaksikan bahwa remaja yang masih dalam tahap pubertas tersebut banyak yang telah berkubang dengan lumpur ketidaketisan dan bahkan pada tindak kemaksiatan. Bagaimana kita saksikan mereka dalam berpakaian dan bertingkah laku. Berketat-ketat ria dalam berpakaian, ingin menonjolkan lekuk tubuhnya yang memang masih mekar-mekarnya serta terjerumus dalam pergaulan bebas yang melenakannya.

Bagaiamana potret remaja kita dalam bergaul dan bersosialisasi dalam lingkungannya telah mengkhawatirkan. Tempat-tempat seperti diskotik, pub, dan bar merupakan wadah dan ajang berkencan mereka. Berawal dari situ mereka berhura-hura sampai dinihari. Sehingga berbagai hal negatif akan cepat mereka dapatkan. Dari sekedar bersenang-senang, meningkat pada mabuk-mabukkan, menggunakan obat-obatan terlarang, hingga terjerumus pada perbuatan mesum. Akibatnya adalah banyaknya terjadi hamil di usia dini dan hamil diluar hubungan pernikahan, banyak terjadi keresahan, kerugian, dan kehancuran bagi diri mereka.

Sidat remaja yang bergerombol disuatu tempat dengan suguhan minuman yang memabukkan kerap terjadi dikalangan remaja sebagai kompensasi pelarian atau agar mereka dicap dan dikatakan oleh teman-temannya yang lain sebagai teman yang setia dan toleransi. Ya, toleransi yang salah.

Dampak yang membuat kita miris dari prilaku bebas tersebut, akhir-akhir ini sering kita jumpai. Tuhan memberikan peringatan dengan sangat jelas, yaitu diturunkannya berbagai penyakit yang diakibatkan oleh pergaulan bebas, mulai dari GO, AIDS dan lain-lain. Peringatan yang mengandung makna dalam, jika kita mau mengkaji dan merenungkan, bahwa manusia yang telah menyimpang jauh tersebut harus kembali pada aturan-aturanNya; serta sebagai rambu-rambu bagi manusia umumnya untuk dijadikan pelajaran.


EmoticonEmoticon