Sunday, August 26, 2018

Remaja dalam sorotan

Remaja dalam Sorotan
PPDS Online || Remaja
Anda Sedang Membaca Artikel Yang berjudul: Remaja dalam Sorotan

Dalam ajaran Islam, seorang anak merupakan kekayaan yang paling berharga diatas segala kekayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga, sebab anak memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada nilai serta keberadaan harta benda yang dimiliki. Dan anak merupakan wasiat Tuhan yang harus dijaga dan dididik dengan benar dan sungguh-sungguh. 

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: “didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara; Mencintai Nabi mu, Mencintai Ahli Baitnya (Keluarga), dan Mencintai Al-qur’an.”

Cara mendidik serta membimbing anak kita hendaknya dimulai sejak dini. Dibiasakan kepada mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan shalih dan dididik mereka untuk mencintai ibadah kepadaNya dengan Iklash. Dalam pendidikan formal anak dipasrahkan pada sekolah atau madrasah yang benar-benar memiliki penguatan dalam pendidikan Islam. Kesemua itu tujuannya adalah supaya anak terbekali iman yang kokoh dalam mengikis arus globalisasi yang tiada mengenal batas dan dampak kemajuan iptek yang dapat melindas keimanan seseorang.

Dalam hal mengajarkan al-qur’an kepada anak sebagaimana hadist diatas, tentunya bukan hanya membaca secara harfiyah, tetapi juga anak dibimbing untuk memahami dan mengetahui isi kandungan ayat-ayat alqur’an, serta dapat memperdalam ilmu-ilmu lainnya seperti iptek. Sehingga anak bisa menjadi generasi qur’ani yang bermanfaat.

Seorang anak bisa memmbuat orang tuanya bangga dan bahagia manakala anak tersebut, menurut, berbakti dan berhasil menjadi anak yang berguna. Namun sebaliknya, seorang anak bisa membuat orang tua menderita dan melaknatnya, apabila seorang anak tersebut tidak dapat membawa diri dalam pergaulan. Rasulullah SAW bersabda: “Anak itu bisa mendatangkan duka, lemah hati, bodoh, dan bahil”

Untuk itu, alqur’an disebutkan agar kita selalu memohon kepadaNya agar dikaruniai keturunan yang baik lagi beragama.

1. Masa Transisi
Perubahan-perubahan yang amat sensitif dalam diri seseorang adalah perubahan antara masa anak-anak dan masa remaja (masa pubertas). Dalam masa ini pengawasan orang tua haruslah kontinyu dan penuh kebijaksanaanserta penuh kasih sayang. Sebab, pada masa-masa transisi ini perkembangannya pribadi dan bathiniyah anak mulai menampakkan kepesatannya dan kesensitifannya, dimana ia akan mengalami perubahan-perubahan yang drastis, baik itu cara bergaul, bergaya, berpakaian, berfikir, dan berfikir. Mulai dari sinilah pembentukan karakter dan kepribadian yang ditanamkan orang tua semenjak dini menampakkan wujudnya. Yang kadang kala anak bersifat brontak terhadap kondisi yang ada. Apabila seorang anak telah memasuki usia balligh maka ia telah menapaki kewajian-kewajiban syre’at seperti yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam.

Pada masa remaja (pubertas), seseorang akan berada pada kondisi yang dengan vitalitas hidup, yaitu dalam menjalankan kehidupan ini pebuh dengan gairah yang membara. Dalam masa ini idealnya remaja harus banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang baik dan bermanfaat. Sebab, masa-masa transisi ini adalah masa-masa yang rawan. Jika tidak dilatih membiasakan diri ke hal-hal yang baik, maka akan di khawatirkan remaja tersebut akan terseret arus globalisasi yang dapat menjauhkan dari keimanan dan ketaqwaan.

Anda Juga dapat membaca Artikel yang Berjudul : Peran Pesantren Sebagai Lembaga Ketahanan Moral

Kekhawatiran tersebut tidaklah berlebihan, sebab pada masa kini remaja akan lebih cenderung pada pemuasan nafsu duniawi yang dapat mewujudkan kesenangannya daripada menjalankan perintah-perintahNya. Hal itu merupakan cerminan jiwanya yang penuh dengan semangat dan gairah hidup yang penuh vitalitas yang menggebu-gebu, yang terkadang berontak. Fenomena tersebut akan terjadi manakala remaja tidak terlatih untuk beramal shalih semenjak dini dalam keluarga dan lingkungan hidup.


EmoticonEmoticon